Selasa, 04 Mei 2010

Pulsa Mitra Reload

Mitra Reload
Daftar 12.04.2010

Reg.hp.nama.50.pin
Isi.AGxx.50000.pin

Amien, AG00132109, 08111205109

A10.hp.pin
A5.hp,a10.hp.pin
Saldo.pin
Crtx.pin
Gp.lm.br.br
Ch.a5,a10,xb5.pin
Gnp.hpbr.pin
Thp.hp.pin
Info.komplen
Bri 385501000198508
Bca 2540212345
Center:
085920165777
085285711777
085710031777
08998619777

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Internet Kampus

Internet Kampus

Ketik:
kampus unlam ke 8888
Fc on 10000 ke 3636

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Keluhan Telkomsel

Telkomsel Flash, Mengapa Begitu?

Sebagai pelanggan Telkomsel Flash, khususnya pengguna kartu halo paket internet unlimited, saya ingin berbagi tentang keterkejutan tak terkira prihal tarif bulanan.

Saya jadi pelanggan sejak Agustus 2009. Selama Maret 2010 (selama 7 bulan) saya rutin dan teratur membayar paket unlimited ini dengan nilai rupiah yang sudah bisa diperkirakan. Dan ternyata memang benar, saya bisa internetan, dan selama itu pula saya rutin membayar tagihan paket ini tidak lebih dari 200 ribu perbulan. Karena memang paket yang saya pilih adalah telkomsel flash unlimited 125 ribu perbulan.

Tapi anehnya, di bulan ke-8, tepatnya tanggal 7 April, saat saya hendak membayar tagihan bulanan lewat atm BRI, angka yang tertera di sana sungguh ganjil dan di luar nalar. Saya ngelus dada melihat angka hingga jutaan rupiah. Eksaknya satu juta dua ratus sekian sekian. Terpaksa saya urungkan niat membayar tagihan ini mengingat finansial saya pas-pasan, dan juga karena saya ingin tahu rincian pengeluaran yang angkanya berlipat-lipat dan "mencekik" itu.

Mengingat billing tagihan belum dikirim, lalu saya segera menghubungi customer servis ke nomor 111 untuk menanyakan hal ini. Sekitar jam 8 malam lewat, seorang pegawai telkomsel menyapa. "Ada yang bisa dibantu?". Lalu saya menceritakan ini itu berkaitan dengan keluhan yang saya alami. Namun, pegawai yang mengaku bernama pak Jamil itu hanya mengulang angka tagihan jutaan rupiah sebagaimana yang saya lihat di atm. Hanya itu. Tidak ada penjelasan apapun mengenai keluhan saya. Dia hanya menginformasikan agar saya datang ke grapari terdekat untuk menanyakan detil rincian itu. Akhirnya obrolan saya sudahi dan saya dokumentasikan di ponsel lewat tulisan ini. Saya masih menunggu jawaban dan rincian tagihan, dan semoga hal ini dapat menjadi perhatian untuk semua.

Untuk kanal surat pembaca
dari Sholihin Amin
Tinggal di Serang Banten

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Sms Banking BRI

Bri ke 3300
Saldo pin
Help

Transfer bri notuj rp pin
Pulsa nohp rp pin
Pin pinbru pinlm

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Mamang Bubur

DERENG lawas kule kenal sereng mamang bubur kacang ijo. Paleng gah embekan telung wulan. Tepat sereng kule nempati geriye (alhamdulillah sampun mandiri) neng lingkungan Bhayangkara, Serang.

Awale kule nyobe bubur kacang niku saat icip neng pecil. Kebetulan pecel kule gah doyan, dados tiap mamang bubur niku lewat, ibune langsung numbasaken neng baskom dewek. Mungken dipune mamang bubur boten nenggeni mangkok, mbokan kesuwen. Maklum ngedulang bocah alit. Kadang ngejaluke mah boten kenang ore, malah sampe nanges-nanges ore kesusul. Tapi barang sampun ditumbasaken mah cuman gelem sepuluk rong puluk doang.

Kerane rayat kule mah boten sepire doyan neng bubur kacang niku, dados lamun pecil dahar bubur boten telas, kule saos seng sering ngentekaken. Pikir kule mah sayang, soale kadang ngegeletak saos neng duhur meje, sampe tirubung semut abang malah.

Gare-gare tukang "ngepor" derebe pecil nikulah kule dados hobi lan langganan bubur kacang niku. Setiap mamang lewat atawe mireng mangkok muni "ting ting ting ting ...", kule gah boten ketinggalan tumbas. Kadang tumbas dewek, kadang mah pesen neng rayat. Malah seniki rayat kule sampun ngartos, senajan kulane boten wenten gah, niku bubur sampun tisiapaken neng meje.

Nape seh kelebihanane tumbas bubur neng mamang niku?

Langsung saos kule jawab. Sios, murah. Malah murahe keduli. Pas bener kangge wong cilik neng kampung. Cuman sewu perak sampun antuk bubur kacang ijo semangkok. Cobe bandingaken karo tempat lian. Kule pernah mampir neng kedai (nape bebasane ye?) bubur kacang ijo khas MADURA. Pinten hargane? Wenten seng telungewu, patangewu, sampe limangewu. Padahal mah cuman wenten tambahan roti tawar saupit doang.

Lan semongko sampun murahe, tumbas bubur neng mamang niku mah maler bangket nego (bebasane nape ye?). Biasane bocah alit-alit mah tumbase cuman setengah mangkok saos, termasuk pecil kule. Dados kelawan duit GOPE (cepe bocah senikimah), atawe limangatus perak, sampun bangket ngebubur.

Kekalie, meriah. Meriah seng kule maksud dipuniku tidemeni katah uwong. Artine, seng barang bocah alit, perawan, bujangan, penganten baru, penganten sunat, sampe nyai-nyai pade marek neng mamang bubur niku.

Kapeng telune, berkualitas (bagus mungkin bebasane, ngge boten!?). Mungkin para ahli gizi sampun boten ragu male sereng kacang ijo. Kurang lebihe menurut ilmu Biologi, mengandung protein kangge pembentukan tulang lan jaringan-jaringan neng jeruh weteng. Malah katah karyawan atawe pegawai kantoran gah sesampune mencak-mencak, pepelayon, senam, atawe olahraga (bebasane?) seng tidahar niku bubur kacang ijo. Mamang bubur niku kayane uning hal niku, mangkane ngatur neng gerobaganane gah teger lan resik. Enak titingali nempataken santen, bubur kacang ijo, lan ketan irenge. Pokone mah, cepe wong senikine mah teger saos.

Lan kepapate, uwonge sopan lan murah senyum. Sopan dalam arti ngenggo tatakrame. Pernah kule tumbas dewek, saat nyerahaken neng kule tangan tengene nyodoraken mangkok, terus seng kiwene ngintil neng sor tangan tengen. Tibarengi sereng senyum lan sapaan sopan seperlune, "lagi wenten neng geriye tah kang?", cepene.

Hebate maleh, mamang bubur niku maler bujangan. Tapi sampun bangket nerapaken ilmu dagang lan ilmu sosial. Mugi mugi katah pedagang seng kaye mekoten.

Salam
Titulis sembari gegolongan neng duhur kasur. Itung-itung dari pada ngehayal ore puguh lebih baik nulis, jelas bekase. Mugi manfaat!

__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Substansi Makna Takwa

Substansi Makna Takwa

DALAM terminologi agama kita, barangkali tidak ada istilah yang lebih akrab bagi kebanyakan kita ketimbang istilah takwa. Namun boleh jadi pemahaman kita tentang takwa kurang tepat atau tidak lengkap. Kata 'takwa' secara etimologis berasal dari bahasa Arab; waqo-yaqi-wiqoyah yang berarti menjaga, memelihara, atau menghindar dari bencana atau sesuatu yang menyakitkan. Perintah untuk bertakwa ini dalam Al-Quran terulang sebanyak 69 kali.

Perintah ini umumnya terhadap Allah dan ada juga perintah bertakwa dari api neraka serta hari pembalasan. Menurut sebagian mufasir, perintah kepada Allah dengan redaksi
ittaqullah, dimana antara kata ittaqu dan Allah harus disisipi kata
siksa atau sanksi dan kata-kata yang semakna dengannya sehingga perintah bertakwa kepada Allah berarti perintah untuk berlindung dari siksa-Nya atau sanksi-sanksi hukum-Nya.

Dalam perspektif Muhammad Abduh, siksa atau sanksi Allah ada dua macam yaitu siksa di dunia dan siksa di akhirat. Siksa di dunia terjadi akibat pelanggaran
terhadap segala hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan, termasuk hukum-hukum alam (sunnatullah) dan kemasyarakatan yang sudah
ditentukan-Nya. Sementara siksa di akhirat kelak sebagai akibat
pelanggaran terhadap hukum-hukum syariat-Nya secara luas termasuk ketentuan-ketentuan ritual praktis.

Ketika seseorang tidak
mengindahkan hukum-hukum Allah yang telah ditetapkan di dunia ini, pasti konsekuensi logisnya ia akan mendapat sanksi duniawi. Orang yang terlalu banyak makan atau makan makanan kotor, ia akan sakit. Orang yang malas atau tidak mau bekerja padahal dia mampu, maka ia akan hidup miskin. Orang yang malas belajar, padahal pintu pelajaran terbuka, maka ia akan menjadi bodoh. Sejauh mana pelanggarannya, sejauh itu pula
sanksi Allah akan diberikan. Semakin besar dan luas pelanggaran yang dilakukan, maka semakin besar dan luas sanksi yang akan diterimanya.
Sebuah bangsa yang masyarakatnya mayoritas malas belajar, tidak giat bekerja dan tidak kreatif, akibatnya pasti bangsa itu akan menjadi
bangsa yang bodoh, miskin, dan terbelakang.

Sakit, bodoh, miskin, dan terbelakang ini merupakan sanksi-sanksi Allah yang bersifat
duniawi karena pelanggaran terhadap hukum-hukum-Nya yang bersifat duniawi pula. Dan sanksi yang bersifat duniawi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kualitas keimanan atau ibadah ritual seseorang.
Seorang Muslim boleh jadi rajin salat lima waktu, bahkan rajin tahajud, tapi kalau malas belajar, ia akan tetap bodoh. Seorang Muslim mungkin rajin puasa sunnah dan menjalankan ibadah ritual lainnya, namun bila
tidak giat bekerja, ia tidak akan kaya-raya, dan tetap menjadi orang miskin. Ada juga orang yang ingin meraih kesuksesan duniawi dengan rajin berdoa dan menjauhi maksiat, tetapi tidak berusaha mengikuti jalan-jalan sunnah kausalitas-Nya dan rute-rute duniawi yang mengantarkan menuju kesuksesan, maka konsekuensinya ia akan gagal.

Sebaliknya contoh ekstremnya, jika seorang ahli maksiat tapi rajin belajar, ia akan menjadi orang pintar. Walaupun dia orang zalim, tapi jika giat bekerja, tekun, dan kreatif, tentu saja akan menjadi orang yang kaya
raya. Bahkan meskipun sebuah bangsa yang "kafir" namun jika semangat mereka tinggi, kerja keras, disiplin, kreatif, dan inovatif, pasti bangsa itu akan mengalami kemajuan dan sukses.

Jadi keliru jika ada orang yang mengatakan, "Saya sudah rajin salat, kok belum kaya
raya juga. Sementara mereka, orang-orang yang tidak pernah salat, ngaji, dan puasa kok kaya, rezeki mengalir terus dan lancar." Karena persoalannya, tidak ada korelasi positif antara kaya dan salat. Untuk meraih kekayaan, jalannya adalah dengan giat bekerja, tekun, disiplin, dan tidak putus asa. Syarat-syarat inilah yang akan membuahkan
kekayaan, sedangkan salat itu buahnya kedamaian jiwa, pencerahan spiritual, keberkahan hidup, dan pahala yang akan didapat di akhirat kelak.

Sehingga substansi makna takwa itu secara global mempunyai dua dimensi: dimensi pertama berkaitan dengan kehidupan
duniawi dan dimensi kedua berkaitan dengan kehidupan ukhrawi. Orang-orang zalim, ahli maksiat, dan "kafir" yang hidupnya senang, makmur, kaya, dan menikmati kemajuan dalam bidang sains dan teknologi
misalnya, karena mereka sudah melaksanakan dimensi syarat-syarat takwa yang pertama; Mereka telah selaras mengikuti sunnatullah, hukum-hukum
kausalitas yang sudah Allah titahkan di dunia yang tidak bisa di ubah.

Keniscayaan hukum-hukum Allah ini ditegaskan dalam Al-Quran sampai diulang dua kali; "Maka sekali-kali engkau tidak akan mendapatkan perubahan bagi
sunnah Allah dan engkaupun tidak akan pernah mendapatkan penyimpangan pada sunnah Allah itu " (QS. Faathir: 43).

Dua dimensi takwa ini analog dengan makna sifat Allah dalam Asmaul Husna yaitu sifat
Ar-Rahman dan Ar-Rahmim Allah. Dalam pengamatan Quraish Shihab, makna sifat Rahman adalah rahmat Allah yang sempurna kepada seluruh mahluk
dan manusia tanpa memandang keyakinannya dan bersifat sementara di dunia ini menurut ukuran duniawi. Sedangkan makna sifat Rahim adalah
rahmat Allah yang akan diberikan di akhirat kelak menurut norma-norma ukhrowi, yakni dengan memandang kepada keyakinan orangnya.

Dengan kata lain, sifat Rahman merupakan kasih Tuhan yang dapat diraih dengan ilmu pengetahuan seseorang (ilmu pengetahuan secara luas). Sedangkan sifat Rahim merupakan kasih Tuhan yang dapat diraih dengan keimanan
seseorang. Di sini, ada korelasi positif antara sifat Rahim dengan
keimanan dan sifat Rahman dengan pengetahuan. Sebab jika iman memberikan pedoman-pedoman normatif yang bersifat transendental kepada Tuhan sebagai Ar-Rahim, maka ilmu pengetahuan memberikan
kecakapan-kecakapan operatif yang bersifat diskursif-rasional kepada alam semesta sehingga akan mendatangkan kasih Tuhan sebagai Ar-Rahman.

Dengan berbagai alasan ini, maka tidak berlebihan jika Allah dalam Al-Quran menegaskan bahwa Dia akan memuliakan golongan manusia yang menggabungkan iman dan ilmu di atas golongan lain. "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat" (QS. Al-Mujaadilah: 11).

Karena itu pesan moralnya, seorang Muslim sejati harus
mengamalkan kedua dimensi takwa tersebut agar meraih kebahagiaan duniawi sekaligus ukhrawi, sebab iman memberi kita landasan ideologis-transendental yang kukuh dan ilmu pengetahuan melengkapi kita dengan kecakapan teknis-operasional yang tangguh.(*)


__________________________________________________
Apakah Anda Yahoo!?
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! memiliki perlindungan terbaik terhadap spam
http://id.mail.yahoo.com

Senin, 03 Mei 2010